KKN 10 UTM Adakan Sosialisasi Berantas Pernikahan Dini


Soliasisasi Pernikahan Dini
Pernikahan merupakan sesuatu yang sakral, dalam agama islm pernikahan diwajibkan bagi seluruh ummat Nabi Muhammad SAW. Dalam undang-undang Dasar 1945 sudah diatur mengenai pernikahan yaitu berdasarkan pasal 7 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, batas usia menikah bagi perempuan ialah 16 tahun dana pria 19 tahun. Sudah menjadi hal biasa adanya pernikahan yang terjadi  pada usia belasan tahun, namun yang menjadi masalah yaitu berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKN). Pernikahan dini terjadi karena alasan adat atau kehamilan diluar nikah. BKKN juga melorkan bahwa lebih dari 50% pernikahan dini berakhir dengan perceraian. Pasalnya, banyak anak remaja belum dewasa (dalam hal kematangan cara berpikir untuk menyelesaikan masalah) dan kurang berpengalaman untuk menghadapi konflik rumah tangga, yang tentunya berbeda dengan pertengkaran saat masih pacaran.
Selain itu menurut Asteria Taruliasi Aritonang, Koordinator Gerakan Nasioal Kesehatan Ibu dan Anak (GNKIA), Kementerian Keseatan RI menyebutkan bahwa akibat yang cukup memberatkan dari pernikahan dini adalah pada rentan usia tersebut dari segi kesiapan secara fisik, salah satunya rongga panggul belum siap menjadi ibu. kehamilan pada usia muda pun menyebabkan anemia dan darah tinggi.
Banyaknya resiko yang ditimbulkan dari pernikahan dini kami berinisiatif untuk membuat sosialisasi pernikahan dini untuk membuka wawasan masyarakat terkait akibat yang akan dihadapi seorang anak ketika menikah pada usia dini, yang menjadi sasaran kami bukan hanya para remajanya saja namun juga para orang tua karena orang tua sangat berperan penting atas terjadinya pernikahan dini. Harapannya adalah masyarakat dapat mengambil pelajaran dari sosialisasi yang kami sampaikan, dan tidak lagi melakukan pernikahan pada usia dibawah umur.


0 komentar:

Posting Komentar